Saturday, July 02, 2005

Bidak Muslihat

Bidak Muslihat

Muram itu kerap mencalit sedar pada kanvas tawarikh
Luka itu kami biar jua sampai membening hamis
Nanah hanyir bikin kami warawiri dalam manggu
Inilah kami yang nanar lantas meraba dalam terang
Sekonyong-konyong bersiponggang kata dari langit
“Kamu yang teraba-raba itu sebenarnya ditipu!”
Dalam gawat kabut yang membebat seribu generasi
Kami selidiki bidak benci yang tegar mengeja muslihat
Kelicikan apa yang buat kami dungu seribu keturunan?
Sampai kami pandir mengakui singa itu kijang
Kami jilid lembar samawi yang bersepahan
Sumpah! Kami ini pernah buta!
Sumpah! Kami ini takkan selamanya buta!
Tidak mahu kami terkatung bagai biduk hilang kemudi
Atau pidana dalam wilayah sendiri
Lantas kami bakar dupa jahil dengan api sedar
Biar mewangi sampai kelahiran terakhir
Sampai bumi berantakan digoncang sangkakala
Kerana kami
Tidak rela menjadi bodoh.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home